Berita Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Dua Dosen PBSI FKIP UMRAH Lulus ToT Pendidikan Lemhannas RI
Tanjungpinang– Dua dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Robby Patria dan Zaitun, dinyatakan lulus mengikuti Training of Trainers (ToT) Pendidikan yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia di Jakarta pada akhir Oktober hingga November 2025.
Baca selengkapnya
Robby Patria lulus sebagai peserta ToT Pendidikan Angkatan 222, sementara Zaitun lulus pada Angkatan 223 di tahun yang sama. Keduanya menjadi dosen FKIP UMRAH sekaligus dosen asal Kepulauan Riau yang berhasil menyelesaikan program strategis Lemhannas RI tersebut.
ToT Pendidikan Lemhannas RI merupakan program nasional yang ditujukan bagi dosen, guru, dan widyaiswara untuk memperkuat kapasitas kebangsaan, kepemimpinan, serta wawasan geopolitik dan ketahanan nasional. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya pembinaan ideologi Pancasila dan penguatan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di lingkungan pendidikan.
Robby Patria, yang juga merupakan dosen pengampu mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan di FKIP UMRAH, menyebutkan bahwa pengalaman mengikuti ToT Lemhannas memberikan nilai strategis bagi pengembangan dirinya sebagai pendidik.
“ToT Lemhannas memberikan pengalaman yang sangat berharga, terutama dalam memperkaya perspektif tentang bagaimana peran dosen membangun kesadaran kebangsaan dan menumbuhkan kecintaan mahasiswa terhadap NKRI di tengah tantangan global,” ujar Robby.
Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif, sehingga dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya pada mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan.
Keikutsertaan Robby Patria dan Zaitun dalam ToT Lemhannas RI diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penguatan pendidikan karakter kebangsaan di lingkungan FKIP UMRAH serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau.
Dengan kelulusan dua dosen tersebut, FKIP UMRAH menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya pendidik yang memiliki wawasan kebangsaan kuat dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai Pancasila dan NKRI.

Kreativitas Mahasiswa PBSI Bersinar di SCREWBAZZ 2025 Dies Natalis UMRAH ke-18
Tanjungpinang — Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) ke-18, berbagai kegiatan seni dan budaya digelar melalui acara SCREWBAZZ 2025 (Student Creativity Week and Bazar). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas dan bakat, khususnya di bidang seni pertunjukan.
Baca selengkapnya
Salah satu agenda yang paling menyita perhatian dalam SCREWBAZZ 2025 adalah perlombaan seni Juara Dangdut dan Tari Kreasi. Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) yang sukses memborong Juara I pada kedua kategori tersebut.
Pada ajang Juara Dangdut, Muhammad Alfathir Alkandri, mahasiswa PBSI, berhasil meraih Juara I berkat penampilan vokal yang kuat, penghayatan lagu yang mendalam, serta teknik bernyanyi yang memukau dewan juri dan penonton.
Sementara itu, Juara I Lomba Tari Kreasi diraih oleh tim mahasiswa PBSI yang terdiri atas Nazzahwa Ladyka Sekar Anzuldi, Surga Nengsi, Febrianti Auliatul Isnaini, Astri Emiliya Putri, dan Rangga Septika Karya (SEMA PBSI). Tim ini tampil memukau melalui koreografi yang kreatif, kekompakan gerak, serta pengemasan tarian yang sarat nilai estetika.
Keberhasilan mahasiswa PBSI dalam ajang SCREWBAZZ 2025 menjadi bukti bahwa UMRAH tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu mencetak mahasiswa yang berprestasi di bidang seni dan budaya. Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin guna memperkuat kreativitas, kebersamaan, serta kecintaan mahasiswa terhadap seni dan budaya, sejalan dengan semangat Dies Natalis UMRAH ke-18.

Muhammad Alfathir Alkandri Menggema di Tingkat Provinsi dengan Raihan Juara II Langgam Melayu
Tanjungpinang — Muhammad Alfathir Alkandri berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara II pada Lomba Langgam Melayu tingkat Provinsi Kepulauan Riau yang digelar di Kota Batam.
Baca selengkapnya
Ajang tersebut diikuti oleh peserta terbaik dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan yang berlangsung pada 9 Agustus 2025 ini merupakan bagian dari upaya pelestarian seni dan budaya Melayu, sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan bakat di bidang seni tradisional.
Dalam perlombaan tersebut, Muhammad Alfathir Alkandri tampil memukau dengan teknik vokal yang baik, penghayatan lagu yang mendalam, serta penampilan busana adat Melayu yang dinilai sangat baik oleh dewan juri.
Berdasarkan penilaian juri, Muhammad Alfathir Alkandri dinyatakan layak meraih posisi kedua. Adapun hasil lomba tersebut, Juara I diraih oleh Khairan Basri asal Kota Batam, Juara II diraih oleh Muhammad Alfathir Alkandri asal Kota Tanjungpinang, dan Juara III diraih oleh Widya Dwi Handayani asal Kota Batam. Ketiganya berhasil mengungguli banyak peserta dari berbagai daerah di Kepulauan Riau.
Pada malam penganugerahan, Muhammad Alfathir Alkandri menerima piala, piagam penghargaan, serta hadiah pembinaan yang diserahkan oleh panitia dan perwakilan pemerintah daerah.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri dan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mencintai serta melestarikan seni budaya Melayu, khususnya langgam Melayu sebagai salah satu warisan budaya daerah.

PBSI FKIP UMRAH Sukses Meraih Akreditasi Unggul dari LAMDIK
Tanjungpinang — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) resmi meraih predikat Akreditasi Unggul. Pencapaian tersebut dibuktikan dengan diterbitkannya Surat Keputusan Nomor 1368/SK/LAMDIK/Ak/S/VIII/2025 oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).
Baca selengkapnya
Proses asesmen lapangan dilaksanakan selama dua hari dan diawali dengan pembukaan resmi oleh Wakil Rektor II UMRAH, Dr. Nancy Willian, S.Si., M.Si. Selanjutnya, Dekan FKIP UMRAH, Ahada Wahyusari, M.Pd., menyampaikan sambutan pada hari pertama asesmen lapangan. Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyampaian sekapur sirih oleh Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Pd., selaku Guru Besar bidang Bahasa dan Sastra yang bermastautin di Program Studi PBSI, FKIP, UMRAH.
Selama proses akreditasi berlangsung, tim asesor melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap seluruh instrumen yang telah disusun oleh tim akreditasi Program Studi PBSI. Setiap instrumen divalidasi satu per satu guna memastikan kesesuaian data serta mutu penyelenggaraan program studi.
Berkat kerja keras, kekompakan, dan persiapan yang matang, seluruh pertanyaan serta data yang ditanyakan oleh tim asesor dapat dijawab dan dibuktikan melalui dokumen pendukung yang lengkap dan akurat oleh tim akreditasi PBSI.
Keberhasilan meraih akreditasi unggul ini menjadi bukti komitmen Program Studi PBSI FKIP UMRAH dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola, serta pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Capaian ini diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat dan mendorong peningkatan mutu lulusan di bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.

Musliha, M.Pd., Dosen PBSI UMRAH Lulus DANA ABADI INDONESIANA untuk Revitalisasi Sastra Lisan
Tanjungpinang — Musliha, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), dinyatakan lulus sebagai penerima manfaat Dana Indonesiana Tahun 2025 kategori Pendayagunaan Ruang Publik.
Baca selengkapnya
Melalui kegiatan bertajuk “Suara Seri Tempawan”, Musliha menawarkan pengembangan modul ajar Irama-Irama Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji untuk pembelajaran siswa di sekolah, khususnya di wilayah Kepulauan Riau. Program ini bertujuan mengenalkan serta menguatkan nilai-nilai sastra dan budaya Melayu melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual.
Proses seleksi Dana Indonesiana berlangsung selama beberapa bulan. Pada 19 September 2025, Musliha menerima surat elektronik dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terkait pengumuman hasil penilaian kelayakan substansi proposal. Proposal yang diajukannya dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan ke tahap pemberkasan selanjutnya.
“Alhamdulillah, dari ribuan proposal yang masuk, saya dinyatakan lulus pada kategori perseorangan. Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2026 dan melibatkan beberapa sekolah di Kota Tanjungpinang. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan berjalan dengan lancar,” ujar Musliha.
Dana Indonesiana merupakan program pendukungan berupa fasilitasi dana hibah yang diberikan kepada kelompok kebudayaan maupun perseorangan. Program ini bersumber dari Dana Abadi Kebudayaan dan bertujuan mendukung pemajuan kebudayaan nasional, meliputi pelestarian, pengembangan, serta pemanfaatan budaya di seluruh Indonesia.
Dana Indonesiana dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan kembali diluncurkan pada tahun 2025 dengan alokasi anggaran sekitar Rp465 miliar, yang menargetkan lebih dari 1.000 penerima manfaat, baik individu, komunitas, maupun lembaga kebudayaan.
Program ini terbuka bagi perseorangan, kelompok atau komunitas budaya, serta lembaga yang bergerak di bidang kebudayaan. Melalui Dana Indonesiana, pemerintah berharap dapat menciptakan skema pendanaan berkelanjutan agar kebudayaan Indonesia terus hidup, berkembang, dan menjadi fondasi pembangunan nasional.

Prof. Abdul Malik Bacakan Puisi “DERITA REMPANG” pada PULARA 2025 di Malaysia
Lumut, Perak (Malaysia) — Festival Puisi dan Lagu Rakyat Antarabangsa (PULARA) 2025 kembali digelar dari 23 hingga 25 Oktober 2025 dengan meriah di Lumut, Perak, Malaysia. Acara ini merupakan salah satu festival seni dan budaya terbesar di kawasan Asia Tenggara, yang mempertemukan penyair, budayawan, dan penggiat seni dari berbagai negara. PULARA 2025 diselenggarakan oleh Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia serta berbagai institusi seni dan akademik internasional.
Baca selengkapnya
Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. H. Abdul Malik, M.Pd., akademisi dari Indonesia yang dikenal sebagai penyair dan peneliti bahasa dan sastra, turut hadir mewakili Indonesia. Ia berbincang hangat dengan Naib Canselor (Rektor) Universiti Pendidikan Sultan Idris, Prof. Datuk Dr. Md Amin Md Taff, dan sejumlah undangan dari Malaysia dan Indonesia sebelum acara puncak dimulai. Salah satu momen yang menyita perhatian adalah pembacaan puisi karya Prof. Abdul Malik bertajuk “Derita Rempang” yang menggambarkan kesedihannya atas perampasan tanah Rempang — sebuah refleksi pribadi dan kritik terhadap isu sosial yang menyentuh hak-hak masyarakat lokal di Kepulauan Riau.
Pembacaan puisi tersebut mendapat sambutan hangat dari peserta dan penonton, karena selain menyajikan kekuatan estetika bahasa, karya itu juga memuat narasi emosional tentang kehilangan tanah, ruang hidup, dan identitas budaya bagi komunitas yang terdampak. Melalui ‘Derita Rempang’, Prof. Abdul Malik menyuarakan kepedulian atas isu-isu agraria dan sosial yang terjadi di tanah air, sekaligus menghubungkannya dengan tradisi puisi rakyat yang kuat dalam festival ini.
Acara PULARA 2025 sendiri menampilkan beragam kegiatan seperti narasi puisi, puncak puisi, forum budaya, serta pertunjukan seni yang melibatkan seniman dan akademisi dari berbagai negara. Festival ini tidak hanya menjadi pentas seni, tetapi juga wadah dialog budaya dan pendidikan yang mengangkat nilai-nilai kemanusiaan serta keindahan bahasa sebagai medium penyatuan bangsa dan komunitas internasion.
