Kemahasiswaan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMRAH

Agnes Selviana (PBSI Angkatan 2023)
Bergabung sebagai mahasiswa di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UMRAH merupakan langkah yang sangat berpengaruh dalam perjalanan hidup dan akademik saya. Di program studi ini, saya memperoleh banyak hal baru yang bernilai, mulai dari pengetahuan, pengalaman, hingga keterampilan yang membentuk cara berpikir dan bersikap saya, baik dalam lingkup regional maupun nasional. Berbagai momen berkesan saya rasakan selama menjalani proses pembelajaran di PBSI FKIP UMRAH.
Cakupan studi yang luas memberikan saya pemahaman mendalam dalam berbagai bidang, seperti jurnalistik, kebahasaan, kesastraan, hingga pengajaran. Seluruh pembelajaran tersebut menjadi bekal penting dalam mengembangkan potensi diri serta memperluas wawasan akademik dan praktis. Selain itu, pada tahun 2024 saya juga berkesempatan mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di Universitas Sriwijaya. Pengalaman tersebut semakin memperkaya sudut pandang saya terhadap dunia akademik, keberagaman budaya, serta dinamika pembelajaran di perguruan tinggi lain.
Sebagai mahasiswa aktif PBSI FKIP UMRAH, saya terus berupaya mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas keilmuan, khususnya di bidang kebahasaan dan kesastraan. Besar harapan saya agar PBSI FKIP UMRAH terus maju dan berjaya sebagai wadah lahirnya insan pendidik yang kompeten, berkarakter, dan penuh talenta.

Dinda Nur Dwi (PBSI Angkatan 2023)
Menjadi mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selama menjalani perkuliahan, saya tidak hanya mempelajari teori-teori kebahasaan dan kesastraan, tetapi juga dibimbing untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, serta komunikatif. Proses pembelajaran di PBSI mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi, menulis, berbicara, dan mengekspresikan gagasan secara sistematis serta bertanggung jawab.
Lingkungan akademik di PBSI sangat mendukung pengembangan potensi mahasiswa. Dosen-dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang terbuka terhadap ide, kreativitas, dan pengembangan minat mahasiswa. Berbagai tugas, proyek, dan kegiatan akademik yang diberikan membantu saya mengasah keterampilan berbahasa, kepemimpinan, serta kerja sama tim, yang sangat dibutuhkan di dunia pendidikan maupun masyarakat luas.
Selain kegiatan akademik, saya juga memperoleh pengalaman bermakna melalui keterlibatan dalam kegiatan pengabdian masyarakat bersama UNEV Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa PBSI untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat. Melalui program pengabdian tersebut, saya turut berkontribusi dalam kegiatan literasi, pendampingan pendidikan, serta penguatan nilai-nilai sosial di masyarakat. Pengalaman ini tidak hanya memperluas wawasan saya tentang realitas sosial, tetapi juga menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai calon pendidik.
Keterlibatan dalam pengabdian UNEV Indonesia juga melatih saya untuk beradaptasi dengan berbagai karakter masyarakat, mengelola program secara terstruktur, serta bekerja sama dengan berbagai pihak. Hal ini menjadi pengalaman berharga yang memperkaya soft skills dan memperkuat kesiapan saya dalam menghadapi dunia kerja maupun pengabdian di bidang pendidikan.
Secara keseluruhan, PBSI tidak hanya membentuk mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga mendorong lahirnya insan yang berkarakter, berdaya saing, dan peduli terhadap masyarakat. Perpaduan antara pembelajaran di kelas dan pengalaman pengabdian menjadikan saya semakin yakin bahwa PBSI adalah tempat yang tepat untuk bertumbuh, belajar, dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan sosial di masa depan.

Nur Melisa Putri (PBSI Angkatan 2023)
Menjadi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) merupakan pengalaman yang sangat berharga dan bermakna bagi saya. Selama menjalani perkuliahan, saya mendapatkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori kebahasaan dan kesastraan, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, serta komunikatif. Proses pembelajaran yang diterapkan mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi, menulis, dan mengkaji berbagai fenomena bahasa dan sastra yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Selain kegiatan akademik, PBSI juga memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan organisasi. Saya secara pribadi aktif mengikuti UKM Jurnalistik Risalah Maritim. Melalui UKM ini, saya memperoleh banyak pengalaman praktis, seperti menulis berita dan artikel, melakukan peliputan kegiatan kampus, menyunting naskah, hingga mengelola media publikasi. Kegiatan jurnalistik tersebut sangat berkaitan dengan kompetensi yang dipelajari di PBSI, khususnya dalam keterampilan menulis, penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta kepekaan terhadap isu sosial dan kemaritiman.
Keterlibatan dalam UKM Jurnalistik Risalah Maritim membantu saya mengasah kemampuan literasi secara lebih aplikatif dan profesional. Saya belajar bekerja dalam tim, bertanggung jawab terhadap tugas, serta menyampaikan informasi secara objektif dan komunikatif. Pengalaman organisasi ini menjadi pelengkap pembelajaran di kelas sekaligus bekal penting dalam menghadapi dunia kerja di bidang pendidikan, kepenulisan, dan media.
Dengan dukungan dosen-dosen PBSI yang kompeten, ramah, dan selalu memberikan motivasi, serta lingkungan akademik yang kondusif, saya merasa PBSI merupakan program studi yang tepat untuk membentuk mahasiswa yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
